Rabu, 02 November 2011

Identitas?


            Ketika mendengar sebuah kata identitas, terbenak dalam pikiran saya mengenai karakteristik yang dimiliki setiap orang. Setiap orang mempunyai identitas yang berbeda-beda yang menunjukkan karakteristik dan ciri khas seseorang. Dengan begitu, karakteristik yang dimiliki seseorang merupakan identitas seseorang yang dijadikan sebagai pembeda antara seseorang dengan yang lainnya. Bagaimana dengan seseorang yang tidak memiliki identitas diri? Mungkin akan terjadi kesalahpahaman dalam mengenal dan mengerti seseorang. Untuk itulah mengenal identitas pribadi sangat dibutuhkan sebab kita sebagai manusia sosial sangat memerlukan orang lain untuk saling berinteraksi.
            Sebelum mengerti identitas orang lain, sebaiknya terlebih dahulu kita mengerti identitas diri kita masing-masing. Untuk itu saya ingin mencoba menganalisis mengenai identitas saya sesungguhnya. Nama saya adalah Maryatul Kibtiah, saya anak ke-7 dari 8 bersaudara. Ibu dan ayah saya berasal dari Jakarta dan tentunya dari budaya Betawi. Oleh karena itu saya merupakan kelahiran Jakarta tepatnya pada tanggal 26 oktober 1991. Profil diri saya yang saya paparkan sebelumnya merupakan sebagian kecil dari identitas yang saya miliki dan identitas tersebut belum sepenuhya dihafal orang. Oleh sebab itu, saya harus mengerti dan memahami berbagai macam jenis sosial budaya yang ada di sekitar kehidupan saya. Hal ini bertujuan untuk mencegah kesalahpahaman dalam berkomunikasi dengan orang lain. Bicara tentang sosial budaya, sedikit ingin saya jelaskan tentang sosial budaya yang saya miliki. Saya merupakan pribadi bersuku betawi, ibu dan ayah saya merupakan orang betawi asli. Dari kecil hingga saat ini, saya hidup di lingkungan betawi dan tinggal di Jakarta. Dengan begitu, lingkungan saya sangat memberikan pengaruh terhadap perkembangan kepribadian saya.
            Saya sebagai manusia, tentunya memiliki dua peran dalam kehidupan saya diantaranya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Saya mempunyai tanggung jawab pada diri saya sendiri, oleh sebab itu saya merupakan makhluk individu. Dilain sisi, saya juga sebagai makhluk sosial yang dapat berinteraksi dengan lingkungan. Untuk itu saya mempunyai peranan di berbagai aspek, yaitu lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat.
            Pada lingkungan keluarga, saya mempunyai peran penting untuk membanggakan keluarga saya dan berbakti pada kedua orang tua saya. Sedangkan di sekolah, saya berperan menjadi siswa yang harus mematuhi peraturan sekolah tetapi di lain sisi saya juga dapat bergaul dengan teman sebaya saya untuk menjalin interaksi satu sama lain. Saya tidak hanya bergaul dengan keluarga dan teman sebaya saya, melainkan saya juga bergaul dengan masyarakat dan lingkungan sekitar saya dimana lingkungan tersebut memunyai peraturan yang dibuat pemerintah tetapi saya tidak hanya dapat menyesuaikan diri saya dengan peraturan pemerintah. Saya juga harus menyesuaikan diri dengan berbagai macam jenis kehidupan yang ada di sekitar saya. Hal ini dikarenakan saya tidak hidup sendirian melainkan saya hidup berdampingan dengan orang lain yang mungkin berbeda budaya dengan saya seperti cara berbicara yang sering membuat saya salah paham dengan maksud yang diutarakan orang lain. Oleh sebab itulah, saya perlu mengenal dan memahami tentang sosial budaya yang berada di sekitar saya sebab hal itulah yang menjadi dasar dari terbentuknya kepribadian seseorang.


Marya

Selasa, 11 Oktober 2011

Seperti Apa Diriku ini??


            Saya dilahirkan dari keluarga yang sederhana sehingga namakupun cukup sederhana dan simple yaitu “Maryatul Kibtiah”. Nama saya diberikan oleh kedua orang tua saya sejak dua hari setelah saya dilahirkan. Banyak orang berkata bahwa nama merupaka doa dan harapan untuk anaknya kelak. Oleh sebab itulah orang tua saya tidak memberikan nama sembarang kepada saya melainkan beliau memberikan nama kepada saya dengan pertimbangan berbagai hal. Awalnya saya tidak mengetahui maksud dari orang tua saya memberikan nama tersebut kepada saya, lambat laun akhinya saya menyadari apa maksud orang tua saya memberikan nama itu kepada saya.
            Kedua orang tua saya mengharapkan putriya menjadi wanita yang cantik dan santun seperti Marya Al-Kibtiah yang merupakan salah satu istri Nabi Muhammad tetapi tidak hanya itu yang diharapkannya, orang tua saya juga beharap agar anaknya kelak menjadi wanita pencerah dan bidadari di surga. Mulanya nama saya ini diambil dari nama istri Nabi Muhammad tetapi ketika ayah saya membuat AKTA kelahiran, ternyata terdapat kesalahan dan ayah saya baru menyadarinya setelah 2 bulan kemudian. Bagi saya ini merupakan hal biasa karena yang terpenting untuk saya adalah nama saya tersebut merupakan nama yang memiliki arti dan tujuan yang baik.
            Menurut saya, saya tidak memiliki kekurangan atau keburukan dari nama saya melainkan saya memiliki banyak keuntungan dari nama yang diberikan ibu saya. Salah satu keuntungan yang saya dapat dari nama tersebut adalah sikap dan karakter saya. Ketika orang tua saya menginginkan putrinya menjadi wanita seperti Marya Al-Kibtiah, secara tidak langsung orang tua saya mendidik saya agar menjadi seperti Marya Al-Kibtiah. Oleh sebab itu, saya tidak menginginkan nama saya digantikan dengan yang lain karena menurut saya itu merupakan nama yang terbaik yang diberikan orang tua saya walaupun terdapat kesalahan pada penulisannya.
            Simbol tangan yang dihiasi cincin dan gelang merupakan representasi dari diri saya. Lima jari yang terdapat pada tangan menjelaskan tentang karakter dan sifat saya yaitu, ibu jari atau jempol sebagai representatif dari sifat saya yang terkadang memiliki jiwa keibuan dan sosok wanita selayaknya ibu rumah tangga, jari telunjuk mewakilkan sifat buruk saya yang terkadang saya dapat melihat kesalahan orang lain dan saya sendiri belum intropeksi terhadap diri saya tetapi jari telunjuk ini juga mewakilkan bahwa saya sering mengeluarkan pendapat pada waktu diskusi, jari tengah yang menjelaskn bahwa saya adalah orang yang teguh terhadap pendirian dan yakin akan segala hal yang saya putuskan, jari manis menggambarkan tentang saya menyenangi seseorang melalui senyumanny dan jari kelingking mendeskripsikan bahwa saya adalah wanita manja dan ingin disayangi. Sedangkan cincin dan gelang merepresentasikan bahwa saya senang membuat hubungan dengan sesama dan keindahan yang terjalin tanpa adanya titik yang memisahkan.

Senin, 10 Oktober 2011

EXPEKTASI HUMANISTIC STUDIES dan RESPON TERHADAP ORANG LAIN


                     http://salsabilals.blogspot.com/2010/09/cinta-indonesia.html                                       
             
              Apa yang anda pikirkan setelah mendengar mata kuliah Humanistic Studies? Ketika pertama kali saya mendengar bahwa di semester ini terdapat mata kuliah Humanistic Studies, maka saya berpikir bahwa ini merupakan mata kuliah yang mempelajari tentang kehidupan manusia. Sejenak saya berpikir bahwa mata kuliah ini seperti pelajaran di waktu sekolah yaitu PKN (Pendidikan Kewarganegaraan), tetapi setelah saya mengikuti pertemuan pada mata kuliah ini, ternyata Humanistic Studies merupakan mata kuliah yang dapat memberikan inspirasi kehiduapan. Hal ini saya katakan, karena mata kuliah Humanistic merupakan salah satu mata kuliah yang membahas tentang kehidpan manusia dalam bersosialisasi. Dengan begitu, mata kuliah ini sangatlah memberikan dampak positif untuk saya.
            Kehidupan manusia dalam bersosialisasi tidak hanya saling berkomunikasi dengan yang lainnya, melainkan saling memahami antara ras, suku dan segala jenis keragaman yang ada di Indonesia. Dengan adanya banyak keragamaan yang ada di Indonesia, membuat kita kaya akan budaya. Selain itu, kita dapat lebih mengerti dan memahami antara yang satu dengan yang lainnya. Indonesia mempunyai banyak keragaman, seperti ras, budaya, agama dan lain-lain. Tetapi dengan banyaknya keragaman tersebut membuat masyarakat egois dan tidak menghargai akan identitas yang dimiliki orang lain sehingga menyebabkan keributan di berbagai ras sehingga setiap ras. Hal ini tidak mencerminkan rasa empati terhadap sesama, seharusnya dengan banyaknya keragaman yang dimiliki Indonesia dapat membuat negara ini menjadi unik akan keragaman yang dimilikinya. Oleh sebab itu, kita harus mengerti akan indentitas pribadi dan identitaas yang dimiliki orang lain karena dengan memahami identitas pribadi maka kita akan mudah untuk mengerti identitas orang lain.
            Dengan adanya keberagaman dapat membuat suasana negara menjadi unik seperti halnya SSE, mahasiswa SSE berasal dari berbagai daerah diantaranya: Jawa, Sumatera, Jakarta dan sebagainya. Dengan adanya mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah dapat membuat SSE unik akan kebergaman yang dimilikinya, sehingga ras ataupun etnik yang satu dengan yang lainnya akan saling mengenal dan menghargai. Tidak hanya itu yang akan di dapat melainkan dengan adanya banyak keberagaman dapat membuat saya mengenal akan pribadi orang lain. Selain itu saya juga dapat lebih memahami akan kepribadian yang saya miliki. 


Thank you for reading.. :)
Thanks Regar
Marya
 
;