Saya dilahirkan dari keluarga yang sederhana sehingga namakupun cukup sederhana dan simple yaitu “Maryatul Kibtiah”. Nama saya diberikan oleh kedua orang tua saya sejak dua hari setelah saya dilahirkan. Banyak orang berkata bahwa nama merupaka doa dan harapan untuk anaknya kelak. Oleh sebab itulah orang tua saya tidak memberikan nama sembarang kepada saya melainkan beliau memberikan nama kepada saya dengan pertimbangan berbagai hal. Awalnya saya tidak mengetahui maksud dari orang tua saya memberikan nama tersebut kepada saya, lambat laun akhinya saya menyadari apa maksud orang tua saya memberikan nama itu kepada saya.
Kedua orang tua saya mengharapkan putriya menjadi wanita yang cantik dan santun seperti Marya Al-Kibtiah yang merupakan salah satu istri Nabi Muhammad tetapi tidak hanya itu yang diharapkannya, orang tua saya juga beharap agar anaknya kelak menjadi wanita pencerah dan bidadari di surga. Mulanya nama saya ini diambil dari nama istri Nabi Muhammad tetapi ketika ayah saya membuat AKTA kelahiran, ternyata terdapat kesalahan dan ayah saya baru menyadarinya setelah 2 bulan kemudian. Bagi saya ini merupakan hal biasa karena yang terpenting untuk saya adalah nama saya tersebut merupakan nama yang memiliki arti dan tujuan yang baik.
Menurut saya, saya tidak memiliki kekurangan atau keburukan dari nama saya melainkan saya memiliki banyak keuntungan dari nama yang diberikan ibu saya. Salah satu keuntungan yang saya dapat dari nama tersebut adalah sikap dan karakter saya. Ketika orang tua saya menginginkan putrinya menjadi wanita seperti Marya Al-Kibtiah, secara tidak langsung orang tua saya mendidik saya agar menjadi seperti Marya Al-Kibtiah. Oleh sebab itu, saya tidak menginginkan nama saya digantikan dengan yang lain karena menurut saya itu merupakan nama yang terbaik yang diberikan orang tua saya walaupun terdapat kesalahan pada penulisannya.
Simbol tangan yang dihiasi cincin dan gelang merupakan representasi dari diri saya. Lima jari yang terdapat pada tangan menjelaskan tentang karakter dan sifat saya yaitu, ibu jari atau jempol sebagai representatif dari sifat saya yang terkadang memiliki jiwa keibuan dan sosok wanita selayaknya ibu rumah tangga, jari telunjuk mewakilkan sifat buruk saya yang terkadang saya dapat melihat kesalahan orang lain dan saya sendiri belum intropeksi terhadap diri saya tetapi jari telunjuk ini juga mewakilkan bahwa saya sering mengeluarkan pendapat pada waktu diskusi, jari tengah yang menjelaskn bahwa saya adalah orang yang teguh terhadap pendirian dan yakin akan segala hal yang saya putuskan, jari manis menggambarkan tentang saya menyenangi seseorang melalui senyumanny dan jari kelingking mendeskripsikan bahwa saya adalah wanita manja dan ingin disayangi. Sedangkan cincin dan gelang merepresentasikan bahwa saya senang membuat hubungan dengan sesama dan keindahan yang terjalin tanpa adanya titik yang memisahkan.



- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact