Rabu, 07 Desember 2011

GOD


            TUHAN, ketika mendengar kata “TUHAN” saya selalu meyakini bahwa saya memiliki dan percaya akan adanya Tuhan. Beberapa orang tidak mempercayai akan adanya Tuhan tetapi saya meyakini dengan sepenuh hati bahwa Tuhan ada. Keyakinan saya tersebut tercipta atas fitrah saya sebagai manusia, karena manusia memiliki nurani yang sering kali disebut sebagai sifat asli manusia yang meyakini akan adanya Tuhan. Pada dasarnya setiap orang memiliki tingkat kepercayaan yang berbeda-beda dengan adanya Tuhan, seperti saya. Saya meyakini adanya Tuhan Yang Esa dan tidak ada pembanting untukNya, keyakinan saya tersebut beralaskan berdasarkan relatifitas  yang ada di kehidupan, seperti yang dikatakan  oleh Albert Einsten yaitu, segala sesuatu yang berada di alam semesta adalah bersifat relatif maka ada satu yang bersifat tidak relatif, yaitu Tuhan. Tuhan tidak relatif, maksudnya adalah Tuhan tidak dapat dibandingkan dengan yang lainnya oleh sebab itulah Tuhan dikatakan Esa yang berarti tunggal. Semua yang kita percayai dan yakini selalu memiliki alasan tersendiri yang dapat menguatkan kepercayaan kita dan teori Albert Einsten dapat mendukung alasan saya yang menyebutkan bahwa Tuhan memiliki sifat tidak relatif.
 Ketika saya berada dalam suka maupun duka seperti pada saat saya terkena musibah atau mendapatkan kebahagiaan, saya selalu berusaha untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dengan melakukan hal tersebut, secara tidak langsung saya merasakan ketenangan terjadi pada diri saya dan ketenangan tersebut datang dari Tuhan untuk saya. Berdasarkan penjelasan tersebut, sudah jelas bahwa Tuhan yang saya yakini dan percayai dengan sepenuh hati adalah ALLAH. ALLAH adalah Tuhan yang tidak bersifat relatif, dengan demikian tidak ada apapun yang dapat membandingkan ALLAH dengan lainnya. Oleh sebab itulah  ALLAH dikatakan Esa dan Penyangan kepada setiap orang, dengan bukti dunia yang merupakan tempat hidup kita saat ini. ALLAH merupakan Tuhan yang memiliki sifat Penyayang dan Pengasih terhadap semua orang, seperti pada saat saya berada di keadaan sedih. Ketika saya terlarut dalam kesedihan, ALLAH selalu mengingatkan saya untuk mengembalikan semua yang saya terima kepadaNya. ALLAH menyampaikan hal tersebut berdasarkan firmanNYa, ketika saya mengadukan dan berdoa kepada ALLAH saya selalu merasa tenang seakan di setiap nafas saya terlintas kalimat ALLAH.
Tuhan yang saya yakini memang tidak dapat terlihat oleh saya, tetapi saya dapat merasakan bahwa ALLAH selalu mendampingi saya di setiap kegiatan saya. Kerena itulah saya selalu merasa aman dan terjaga walaupun perasaan khawatir tetp ada di diri saya. Dengan rasa yakin dan percaya kepada ALLAH bahwa ALLAH adalah Tuhan saya, hal ini membuat saya lebih merasa tenang dan nyaman ketika saya berdoa dan dekat kepada ALLAH. Dengan ketenangan dan kenyamanan yang saya rasakan, itu merupakan wujud ALLAH bahwa ALLAH ada dan selalu bersama orang-orang yang melakukan kebaikan.
Saya mempercayai bahwa Tuhan selalu ada di setiap kegiatan yang saya lakukan terutama ketika saya melakukan perbuatan baik. Tuhan selalu memberi balasan terhadap apa yang saya kerjakan. Hal ini dapat disebut bahwa Tuhan Maha Pengasih, dan hal ini terbukti ketika saya melakukan perbuatan baik dan buruk. Pada saat saya melakukan perbuatan baik, saya selalu mendapatkan balasan dan respon yang baik pula yang diberikan oleh orang-orang yang berada di sekitar saya. Ketika saya melakukan perbuatan buruk, saya pun mendapat balasan yang setimpal yang diberikan oleh orang-orang sekitar saya namun balasan tersebut tidak melampaui batasan norma kehidupan. Terlihat jelas bahwa Tuhan yang saya percayai yaitu ALLAH yang memiliki sifat Maha Pengasih dan Penyayang kepada setiap orang.
 

Rabu, 02 November 2011

Identitas?


            Ketika mendengar sebuah kata identitas, terbenak dalam pikiran saya mengenai karakteristik yang dimiliki setiap orang. Setiap orang mempunyai identitas yang berbeda-beda yang menunjukkan karakteristik dan ciri khas seseorang. Dengan begitu, karakteristik yang dimiliki seseorang merupakan identitas seseorang yang dijadikan sebagai pembeda antara seseorang dengan yang lainnya. Bagaimana dengan seseorang yang tidak memiliki identitas diri? Mungkin akan terjadi kesalahpahaman dalam mengenal dan mengerti seseorang. Untuk itulah mengenal identitas pribadi sangat dibutuhkan sebab kita sebagai manusia sosial sangat memerlukan orang lain untuk saling berinteraksi.
            Sebelum mengerti identitas orang lain, sebaiknya terlebih dahulu kita mengerti identitas diri kita masing-masing. Untuk itu saya ingin mencoba menganalisis mengenai identitas saya sesungguhnya. Nama saya adalah Maryatul Kibtiah, saya anak ke-7 dari 8 bersaudara. Ibu dan ayah saya berasal dari Jakarta dan tentunya dari budaya Betawi. Oleh karena itu saya merupakan kelahiran Jakarta tepatnya pada tanggal 26 oktober 1991. Profil diri saya yang saya paparkan sebelumnya merupakan sebagian kecil dari identitas yang saya miliki dan identitas tersebut belum sepenuhya dihafal orang. Oleh sebab itu, saya harus mengerti dan memahami berbagai macam jenis sosial budaya yang ada di sekitar kehidupan saya. Hal ini bertujuan untuk mencegah kesalahpahaman dalam berkomunikasi dengan orang lain. Bicara tentang sosial budaya, sedikit ingin saya jelaskan tentang sosial budaya yang saya miliki. Saya merupakan pribadi bersuku betawi, ibu dan ayah saya merupakan orang betawi asli. Dari kecil hingga saat ini, saya hidup di lingkungan betawi dan tinggal di Jakarta. Dengan begitu, lingkungan saya sangat memberikan pengaruh terhadap perkembangan kepribadian saya.
            Saya sebagai manusia, tentunya memiliki dua peran dalam kehidupan saya diantaranya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Saya mempunyai tanggung jawab pada diri saya sendiri, oleh sebab itu saya merupakan makhluk individu. Dilain sisi, saya juga sebagai makhluk sosial yang dapat berinteraksi dengan lingkungan. Untuk itu saya mempunyai peranan di berbagai aspek, yaitu lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat.
            Pada lingkungan keluarga, saya mempunyai peran penting untuk membanggakan keluarga saya dan berbakti pada kedua orang tua saya. Sedangkan di sekolah, saya berperan menjadi siswa yang harus mematuhi peraturan sekolah tetapi di lain sisi saya juga dapat bergaul dengan teman sebaya saya untuk menjalin interaksi satu sama lain. Saya tidak hanya bergaul dengan keluarga dan teman sebaya saya, melainkan saya juga bergaul dengan masyarakat dan lingkungan sekitar saya dimana lingkungan tersebut memunyai peraturan yang dibuat pemerintah tetapi saya tidak hanya dapat menyesuaikan diri saya dengan peraturan pemerintah. Saya juga harus menyesuaikan diri dengan berbagai macam jenis kehidupan yang ada di sekitar saya. Hal ini dikarenakan saya tidak hidup sendirian melainkan saya hidup berdampingan dengan orang lain yang mungkin berbeda budaya dengan saya seperti cara berbicara yang sering membuat saya salah paham dengan maksud yang diutarakan orang lain. Oleh sebab itulah, saya perlu mengenal dan memahami tentang sosial budaya yang berada di sekitar saya sebab hal itulah yang menjadi dasar dari terbentuknya kepribadian seseorang.


Marya

Selasa, 11 Oktober 2011

Seperti Apa Diriku ini??


            Saya dilahirkan dari keluarga yang sederhana sehingga namakupun cukup sederhana dan simple yaitu “Maryatul Kibtiah”. Nama saya diberikan oleh kedua orang tua saya sejak dua hari setelah saya dilahirkan. Banyak orang berkata bahwa nama merupaka doa dan harapan untuk anaknya kelak. Oleh sebab itulah orang tua saya tidak memberikan nama sembarang kepada saya melainkan beliau memberikan nama kepada saya dengan pertimbangan berbagai hal. Awalnya saya tidak mengetahui maksud dari orang tua saya memberikan nama tersebut kepada saya, lambat laun akhinya saya menyadari apa maksud orang tua saya memberikan nama itu kepada saya.
            Kedua orang tua saya mengharapkan putriya menjadi wanita yang cantik dan santun seperti Marya Al-Kibtiah yang merupakan salah satu istri Nabi Muhammad tetapi tidak hanya itu yang diharapkannya, orang tua saya juga beharap agar anaknya kelak menjadi wanita pencerah dan bidadari di surga. Mulanya nama saya ini diambil dari nama istri Nabi Muhammad tetapi ketika ayah saya membuat AKTA kelahiran, ternyata terdapat kesalahan dan ayah saya baru menyadarinya setelah 2 bulan kemudian. Bagi saya ini merupakan hal biasa karena yang terpenting untuk saya adalah nama saya tersebut merupakan nama yang memiliki arti dan tujuan yang baik.
            Menurut saya, saya tidak memiliki kekurangan atau keburukan dari nama saya melainkan saya memiliki banyak keuntungan dari nama yang diberikan ibu saya. Salah satu keuntungan yang saya dapat dari nama tersebut adalah sikap dan karakter saya. Ketika orang tua saya menginginkan putrinya menjadi wanita seperti Marya Al-Kibtiah, secara tidak langsung orang tua saya mendidik saya agar menjadi seperti Marya Al-Kibtiah. Oleh sebab itu, saya tidak menginginkan nama saya digantikan dengan yang lain karena menurut saya itu merupakan nama yang terbaik yang diberikan orang tua saya walaupun terdapat kesalahan pada penulisannya.
            Simbol tangan yang dihiasi cincin dan gelang merupakan representasi dari diri saya. Lima jari yang terdapat pada tangan menjelaskan tentang karakter dan sifat saya yaitu, ibu jari atau jempol sebagai representatif dari sifat saya yang terkadang memiliki jiwa keibuan dan sosok wanita selayaknya ibu rumah tangga, jari telunjuk mewakilkan sifat buruk saya yang terkadang saya dapat melihat kesalahan orang lain dan saya sendiri belum intropeksi terhadap diri saya tetapi jari telunjuk ini juga mewakilkan bahwa saya sering mengeluarkan pendapat pada waktu diskusi, jari tengah yang menjelaskn bahwa saya adalah orang yang teguh terhadap pendirian dan yakin akan segala hal yang saya putuskan, jari manis menggambarkan tentang saya menyenangi seseorang melalui senyumanny dan jari kelingking mendeskripsikan bahwa saya adalah wanita manja dan ingin disayangi. Sedangkan cincin dan gelang merepresentasikan bahwa saya senang membuat hubungan dengan sesama dan keindahan yang terjalin tanpa adanya titik yang memisahkan.

Senin, 10 Oktober 2011

EXPEKTASI HUMANISTIC STUDIES dan RESPON TERHADAP ORANG LAIN


                     http://salsabilals.blogspot.com/2010/09/cinta-indonesia.html                                       
             
              Apa yang anda pikirkan setelah mendengar mata kuliah Humanistic Studies? Ketika pertama kali saya mendengar bahwa di semester ini terdapat mata kuliah Humanistic Studies, maka saya berpikir bahwa ini merupakan mata kuliah yang mempelajari tentang kehidupan manusia. Sejenak saya berpikir bahwa mata kuliah ini seperti pelajaran di waktu sekolah yaitu PKN (Pendidikan Kewarganegaraan), tetapi setelah saya mengikuti pertemuan pada mata kuliah ini, ternyata Humanistic Studies merupakan mata kuliah yang dapat memberikan inspirasi kehiduapan. Hal ini saya katakan, karena mata kuliah Humanistic merupakan salah satu mata kuliah yang membahas tentang kehidpan manusia dalam bersosialisasi. Dengan begitu, mata kuliah ini sangatlah memberikan dampak positif untuk saya.
            Kehidupan manusia dalam bersosialisasi tidak hanya saling berkomunikasi dengan yang lainnya, melainkan saling memahami antara ras, suku dan segala jenis keragaman yang ada di Indonesia. Dengan adanya banyak keragamaan yang ada di Indonesia, membuat kita kaya akan budaya. Selain itu, kita dapat lebih mengerti dan memahami antara yang satu dengan yang lainnya. Indonesia mempunyai banyak keragaman, seperti ras, budaya, agama dan lain-lain. Tetapi dengan banyaknya keragaman tersebut membuat masyarakat egois dan tidak menghargai akan identitas yang dimiliki orang lain sehingga menyebabkan keributan di berbagai ras sehingga setiap ras. Hal ini tidak mencerminkan rasa empati terhadap sesama, seharusnya dengan banyaknya keragaman yang dimiliki Indonesia dapat membuat negara ini menjadi unik akan keragaman yang dimilikinya. Oleh sebab itu, kita harus mengerti akan indentitas pribadi dan identitaas yang dimiliki orang lain karena dengan memahami identitas pribadi maka kita akan mudah untuk mengerti identitas orang lain.
            Dengan adanya keberagaman dapat membuat suasana negara menjadi unik seperti halnya SSE, mahasiswa SSE berasal dari berbagai daerah diantaranya: Jawa, Sumatera, Jakarta dan sebagainya. Dengan adanya mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah dapat membuat SSE unik akan kebergaman yang dimilikinya, sehingga ras ataupun etnik yang satu dengan yang lainnya akan saling mengenal dan menghargai. Tidak hanya itu yang akan di dapat melainkan dengan adanya banyak keberagaman dapat membuat saya mengenal akan pribadi orang lain. Selain itu saya juga dapat lebih memahami akan kepribadian yang saya miliki. 


Thank you for reading.. :)
Thanks Regar
Marya
 
;